Kamis, 12 Juni 2008

aku MENGOBATIMU

tetap kan arah mata jiwa yang kelam
tentukan pucuk mimpi - mimpi yang silam
dan cambuk tragedi dari semua bayangan
mencoba menerka semua atas sumbu pandu emosi jiwa kita
tidak dengan nama siapapun langkah ku beku yang tertulis
bahkan bidik sumpah ratapan yang terguling , terbalik , dan tersakiti

hela nafas menghampiri roh roh dingin yang menangisi nya
genggam amarah ku telan perih , dan pahitnyah siksa
dengan apapun mata ini mengenali senyum mereka
namun tak satupun resah yang sembuhkan nya
siapapun takan perduli di awal nadi berdenyut
siapapun menangisi di puncak emosi terhanyut
tapi tak siapapun mampu dan layak untuk perbaiki ku
sidiran , cacian puas menyiksa ku
air kelam sejuta malam menenangkan ku
sayang .... tepat pada saat nya dia datang , aku telah jauh langkah menghilang
haramkan sentuh pelan jiwa ku
aku dan siapapun aku
menjahui mu demi hari dan masa depan mu
tetap kan itu .

*kankdapunk

Tidak ada komentar: